Kamis, 02 Januari 2014

profesi fotografer

Lucky Agatha Ismumahera (bendrat)  adalah seorang mahasiswa Universitas Pembangunan Negeri atau biasa disebut UPN, dia mengeyam bangku kuliah jurusan Ilmu Komunikasi semester 5 dan mengambil sambilan sebagai fotografer. Pria kelahiran Yogyakarta, 27 maret 1993 walaupun masih tergolong muda tetapi semangatnya untuk mendapatkan penghasilan dari hasil keringat sendiri menutupi umurnya prestasinya di bidang Fotografi pun sudah lumayan gemilang.
Berawal dari keisengan dan hobinya di dalam dunia fotografi membawa pria ini berpenghasilan sendiri untuk menambah uang jajannya. Karirnya di dunia fotografi pun lumayan  lama kurang lebih sekitar 2 tahun. Dari hasil karya-karyanya dia memperoleh kesempatan memamerkan karyanya di sebuah pameran besar hasil dari hunting di Pulau Brawah (indramayu), pameran fotografi fashion bersama Sampoerna Mild. Penghasilan dari memotret pun lumayan, berawal dari 150.000-400.000 saat ini pun nominalnya semakin meningkat berkisar sekitar 600.000 rupiah bahkan bisa lebih tergantung dari job yang di terimanya  lumayan untuk menambah uang jajan mahasiswa.
Proses yang membawa pria ini menekuni profesinya saat ini terbilang cukup singkat. Berawal dari kamera pemberian (warisan) kakaknya dia mulai memanfaatkan kesempatan tersebut dengan mengikuti KSM di kampusnya serta terjun langsung mencoba memotret di luar (tidak selalu bersama KSM ). Menurutnya untuk terjun di dunia fotografi  tidak memerlukan ketrampilan yang di perlukan hanya ketelitian dan kemampuan besar untuk bisa,  dengan cara belajar dengan graf atau bisa hanya dengan sebuah eksperimen.
Suka dan duka dalam menjalani profesinya pun terjadi. Sukanya dia bisa menambah teman dan bertemu fotografer-fotografer handal lainnya, bisa mengetahui tempat-tempat wisata yang sebelumya belum di ketahui (hasil dari muter-muter hunting foto). Dukanya dia mengaku kehabisan waktu untuk bermain dengan temannya serta mengurangi waktunya untuk belajar.
Hal yang paling berkesan saat menjalani profesinya adalah ketika dia bisa melihat pemandangan alam alami yang belum banyak orang tau, bisa mendapat kesempatan mengikuti pameran besar yang hasil karyanya bisa di lihat oleh fotografer-fotografer di Indonesia dan dia juga bisa menambah liburan ke obyek-obyek wisata tersebut. Setelah ada suka pasti ada dukanya berbagai kegiatan yang dijalaninya cukup banyak menyita waktunya kesehatannya pun jadi kurang bisa di kontrol karena kecapekan. Dia punya cara sendiri untuk mengatasi dukanya menjadi fotografer yaitu dengan banyak beristirahat ketika memungkinan, memulai hidup sehat untuk menjaga badannya.
Karakteristik yang di butuhkan pun tidak terlalu rumit hanya membutuhkan ketelitian, ketekunan, keuletan dan tentunya tidak boleh mudah putus asa dan di perbanyak waktu untuk terjun langsung ke lapangan.

pewawancara: DELA GUFI KUMALASARI(13730005)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar