Rif’ah Purnamasari S,Ikom adalah seorang Konsultan Manajemen berbasis ISO 9001:2008 khususnya di bidang pendidikan kelahiran bekasi pada tanggal 11 maret 1987 yang saat ini berdomisili di Cibubur village Jakarta Timur yang latar belakang pendidikannya adalah sarjana komunikasi di UIN Sunan Kalijaga yogyakarta, beliau bekerja di perusahaan CRDE Indonesia sejak tahun 2010 hingga sekarang.
Prestasi yang di ukir beliau yaitu Lead project ISO 9001:2008 achievment
(SDI Az-zahra Palembang) status: minor finding (temuan hanya pada sektor kecil yang
tidak memiliki pengaruh besar dengan keberlangsungan sistem menejemen
perusahaan) dan Lead project ISO 9001:2008 achievment (SDI Al-azhar Kelapa
Gading Jakarta). Rincian pekerjaan yang dilakukan oleh beliau yaitu memberi
langkah seperti :
1.
Memberi
pemahaman dan penjelasan mengenai sistem Menejemen ISO 9001:2008
2.
Identfikasi
seluruh proses-proses yang diberlakukan lembaga klien
3.
Evaluasi
hasil identifikasi
4.
Merumuskan
bersama langkah strategis dipadu dengan sistem menejemen berbasis ISO
5.
Membuat
prosedur operasional standar yang akan digunakan sebagai acuan kerja
(documenting)
6.
Melakukan
pemantapan terhadap POS yang telah ditetapkan (documenting)
7.
Uji
coba POS (Practice)
8.
Memberikan
pelatihan/pra-Assesment (persiapan assesment pihak asesor yang terpilih)
Gaji yang diperoleh beliau kurang lebih 7juta setiap bulannya,
proses yang beliau tempuh agar bisa sampai pada profesi ini yaitu dengan cara
networking, menurut beliau profesi ini bisa beliau peroleh melalui networking
salah seorang teman dari kakak beliau. Kebetulan yang ditawarkan sesuai dengan
background academic yang beliau miliki yaitu Ilmu Komunikasi sebagai basic
kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan. Menurut beliau kompetensi yang harus
dimiliki dibidang ini yaitu jelas dan
yang pasti terampil dalam berkomunikasi, tapi bukan asal ngomong, karna
berkomunikasi itu harus memiliki keahlian, etika, sikap, intelengensi, smart,
berwawasan dan berbudaya. Menurut beliau cara untuk memperoleh keterampilan
tersebut dengan simple, open minded! Jangan pernah membatasi diri dengan apapun
dan ketidakmungkinan, semua mungkin asal ada kemauan. Banyak introspeksi,
melakukan listing/ mendata kekurangan dan kelebihan kita apa, klo yang kurang
diperbaiki klo yang lebih ditingkatin lagi potensinya. Banyak hal sih, ikut
UKM, kursus2 yang sekiranya akan lebih memantapkan lagi potensi yang kita punya
sampe benar2 matang dan KONSISTEN dengan pilihan. Suka dalam mengerjakan profesi ini yaitu ketemu
orang banyak dengan berbagai karakter dan sering keluar kota dan Duka nya
jarang ketemu keluarga, karna weekend pun kadang masih di luar kota. Dan kalo udah
menjelang assesment sampe begadang mempersiapkan banyak hal untuk klien. Hal
yang paling berkesan yaitu pada saat di sebuah SMAN Ternate, ketika itu baru
trainee, tanpa persiapan diminta untuk memberikan opening sekaligus warming up
untuk training yang akan berlangsung. Sesi pertama berhasil. Setelah break,
kami kembali melanjutkan materi training utk ISO yang harusnya di isi oleh Pak
Bos (pimpinan perusahaan) tetapi beliau diminta terlebih dahulu untuk membuka
sesi tersebut, lewat 1 jam 30 menit pak bos tidak kunjung datang, hampir
speechless (lebih tepatnya dah habis kata-kata). Ternyata beliau sengaja di
tinggal sebagai uji mental beliau menghadapi audience. Yang paling menyenangkan
yaitu Ternyata jadi lead project itu menyenangkan loh. Benar pepatah bilang:
bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Jadi lead project itu amanah
yang sangat berat. Bagus atau tidaknya di mata asesor ada di tangan kita
sebagai konsultannya. Siang jadi malam dan malam jadi siang. Datang gelap –
pulang sudah gelap lagi. Tapi ketika mendengar bahwa lembaga klien dinyatakan
lulus rasanya seneng luar biasa.. semua akan terasa indah pada waktunya dengan
kerja keras sebelumnya pastinya. Dan menurut beliau Yang paling tidak
menyenangkan adalah profesi ini akan menemui banyak orang, yang susahnya kalo
ketemu orang yang sudah berusia, katakanlah usia menjelang pensiun, antara deadline dan kondisi yang dihadapi,
target harus cepat tapi SDM’nya melempem, gaptek, ngambekan, sensi dll. Sebenarnya ini antara tantangan dan hambatan,
karna efeknya bisa jadi major finding. Tapi ini 10:1 aja kejadiannya. Menurut beliau
kembali ke NIAT dan KOMITMEN adalah cara
mengatasi hal tersebut, kuncinya adalah SABAR. Pada kasus di atas cara
menanganinya karena kendala yang dihadapi adalah perilaku orang tua yang sudah
hampir lansia secara psikologis emosional mereka menjadi labil dan kembali
seperti kanak-kanak lagi, dalam artian sulit diberitahu, gampang tersinggung
dll. beliau mengikuti saja dulu apa mau mereka, dan jangan terlalu menentang
pendapat mereka meskipun salah. Sambil pelan-pelan diberi pemahaman sehingga
tercapai maksud dan tujuan yang diharapkan. Karakter pribadi yang dinamis,
optimis, cerdas, dan berwawasan luas menjadi pribadi yang diharapkan beliau.
Karna profesi sebagai konsultan adalah tempatnya bertanya para klien tentang
apapun, meskipun spesifikasi profesi saya lebih ke menejemen pendidikan. Kebiasaan
disiplin, mandiri, tekun, kritis menjadi kebiasaan menunjang. Ketika kuliah
dulu mengikuti kegiatan UKM, forum seminar, forum diskusi, pelatihan dan short
course. ketika kita masuk pada dunia tersebut maka disitulah kita akan memulai
belajar mengolah waktu antara kegiatan ekskul dan kuliah, management konflik
ketika menghadapi banyak orang atau massa. Dan banyak bertanya dengan para
senior, para ahli, cendikiawan dengan siapapun. Membiasakan diri seolah-olah
akan menjadi orang besar nantinya. Menurut beliau terkait AFTA 2015 yang pasti
akan sangat menantang sekali dan sangat berpegaruh, dimana perdagangan bebas
akan terbuka. Dan yang lebih harus diperhatikan lagi adalah pada kemampuan apa
yang harus kita tingkatkan, harus memiliki berbagai macam keahlian utk menghadapi
tantangan persaingan tsb.
Oleh Rizki Aditya Rahman 13730031 Di poskan pada jam 23.25 Wib
Tidak ada komentar:
Posting Komentar