Kamis, 02 Januari 2014

RIF'AH PURNAMASARI : Open minded! Jangan pernah membatasi diri dengan apapun dan ketidakmungkinan.




Rif’ah Purnamasari S,Ikom adalah seorang Konsultan Manajemen berbasis ISO 9001:2008 khususnya di bidang pendidikan kelahiran bekasi pada tanggal 11 maret 1987 yang saat ini berdomisili di Cibubur village Jakarta Timur yang latar belakang pendidikannya adalah sarjana komunikasi di UIN Sunan Kalijaga yogyakarta, beliau bekerja di perusahaan CRDE Indonesia sejak tahun 2010 hingga sekarang.
Prestasi yang di ukir beliau yaitu Lead project ISO 9001:2008 achievment (SDI Az-zahra Palembang)  status: minor  finding (temuan hanya pada sektor kecil yang tidak memiliki pengaruh besar dengan keberlangsungan sistem menejemen perusahaan) dan Lead project ISO 9001:2008 achievment (SDI Al-azhar Kelapa Gading Jakarta). Rincian pekerjaan yang dilakukan oleh beliau yaitu memberi langkah seperti :
1.      Memberi pemahaman dan penjelasan mengenai sistem Menejemen ISO 9001:2008
2.      Identfikasi seluruh proses-proses yang diberlakukan lembaga klien
3.      Evaluasi hasil identifikasi
4.      Merumuskan bersama langkah strategis dipadu dengan sistem menejemen berbasis ISO
5.      Membuat prosedur operasional standar yang akan digunakan sebagai acuan kerja (documenting)
6.      Melakukan pemantapan terhadap POS yang telah ditetapkan (documenting)
7.      Uji coba POS (Practice)
8.      Memberikan pelatihan/pra-Assesment (persiapan assesment pihak asesor yang terpilih)
Gaji yang diperoleh beliau kurang lebih 7juta setiap bulannya, proses yang beliau tempuh agar bisa sampai pada profesi ini yaitu dengan cara networking, menurut beliau profesi ini bisa beliau peroleh melalui networking salah seorang teman dari kakak beliau. Kebetulan yang ditawarkan sesuai dengan background academic yang beliau miliki yaitu Ilmu Komunikasi sebagai basic kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan. Menurut beliau kompetensi yang harus dimiliki dibidang ini yaitu  jelas dan yang pasti terampil dalam berkomunikasi, tapi bukan asal ngomong, karna berkomunikasi itu harus memiliki keahlian, etika, sikap, intelengensi, smart, berwawasan dan berbudaya. Menurut beliau cara untuk memperoleh keterampilan tersebut dengan simple, open minded! Jangan pernah membatasi diri dengan apapun dan ketidakmungkinan, semua mungkin asal ada kemauan. Banyak introspeksi, melakukan listing/ mendata kekurangan dan kelebihan kita apa, klo yang kurang diperbaiki klo yang lebih ditingkatin lagi potensinya. Banyak hal sih, ikut UKM, kursus2 yang sekiranya akan lebih memantapkan lagi potensi yang kita punya sampe benar2 matang dan KONSISTEN dengan pilihan.  Suka dalam mengerjakan profesi ini yaitu ketemu orang banyak dengan berbagai karakter dan sering keluar kota dan Duka nya jarang ketemu keluarga, karna weekend pun kadang masih di luar kota. Dan kalo udah menjelang assesment sampe begadang mempersiapkan banyak hal untuk klien. Hal yang paling berkesan yaitu pada saat di sebuah SMAN Ternate, ketika itu baru trainee, tanpa persiapan diminta untuk memberikan opening sekaligus warming up untuk training yang akan berlangsung. Sesi pertama berhasil. Setelah break, kami kembali melanjutkan materi training utk ISO yang harusnya di isi oleh Pak Bos (pimpinan perusahaan) tetapi beliau diminta terlebih dahulu untuk membuka sesi tersebut, lewat 1 jam 30 menit pak bos tidak kunjung datang, hampir speechless (lebih tepatnya dah habis kata-kata). Ternyata beliau sengaja di tinggal sebagai uji mental beliau menghadapi audience. Yang paling menyenangkan yaitu Ternyata jadi lead project itu menyenangkan loh. Benar pepatah bilang: bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Jadi lead project itu amanah yang sangat berat. Bagus atau tidaknya di mata asesor ada di tangan kita sebagai konsultannya. Siang jadi malam dan malam jadi siang. Datang gelap – pulang sudah gelap lagi. Tapi ketika mendengar bahwa lembaga klien dinyatakan lulus rasanya seneng luar biasa.. semua akan terasa indah pada waktunya dengan kerja keras sebelumnya pastinya. Dan menurut beliau Yang paling tidak menyenangkan adalah profesi ini akan menemui banyak orang, yang susahnya kalo ketemu orang yang sudah berusia, katakanlah usia menjelang pensiun,  antara deadline dan kondisi yang dihadapi, target harus cepat tapi SDM’nya melempem, gaptek, ngambekan, sensi dll.  Sebenarnya ini antara tantangan dan hambatan, karna efeknya bisa jadi major finding. Tapi ini 10:1 aja kejadiannya. Menurut beliau kembali ke NIAT dan  KOMITMEN adalah cara mengatasi hal tersebut, kuncinya adalah SABAR. Pada kasus di atas cara menanganinya karena kendala yang dihadapi adalah perilaku orang tua yang sudah hampir lansia secara psikologis emosional mereka menjadi labil dan kembali seperti kanak-kanak lagi, dalam artian sulit diberitahu, gampang tersinggung dll. beliau mengikuti saja dulu apa mau mereka, dan jangan terlalu menentang pendapat mereka meskipun salah. Sambil pelan-pelan diberi pemahaman sehingga tercapai maksud dan tujuan yang diharapkan. Karakter pribadi yang dinamis, optimis, cerdas, dan berwawasan luas menjadi pribadi yang diharapkan beliau. Karna profesi sebagai konsultan adalah tempatnya bertanya para klien tentang apapun, meskipun spesifikasi profesi saya lebih ke menejemen pendidikan. Kebiasaan disiplin, mandiri, tekun, kritis menjadi kebiasaan menunjang. Ketika kuliah dulu mengikuti kegiatan UKM, forum seminar, forum diskusi, pelatihan dan short course. ketika kita masuk pada dunia tersebut maka disitulah kita akan memulai belajar mengolah waktu antara kegiatan ekskul dan kuliah, management konflik ketika menghadapi banyak orang atau massa. Dan banyak bertanya dengan para senior, para ahli, cendikiawan dengan siapapun. Membiasakan diri seolah-olah akan menjadi orang besar nantinya. Menurut beliau terkait AFTA 2015 yang pasti akan sangat menantang sekali dan sangat berpegaruh, dimana perdagangan bebas akan terbuka. Dan yang lebih harus diperhatikan lagi adalah pada kemampuan apa yang harus kita tingkatkan, harus memiliki berbagai macam keahlian utk menghadapi tantangan persaingan tsb.

Oleh Rizki Aditya Rahman  13730031 Di poskan pada jam 23.25 Wib






           




Tidak ada komentar:

Posting Komentar