Laporan
Hasil Wawancara
I.
Latar
Belakang
Alhamdulillah
Puji syukur atas kehadirat Tuhan Allah S.W.T, karena berkat rahmat dan
hidayah-Nya kami dapat melaksanakan kegiatan Wawancara ini dengan lancar dan
sebagai mana mestinya. Kegiatan wawancara ini merupakan salah satu tugas di
bidang mata kuliah Pengantar Ilmu Komunikasi yang bertujuan untuk memperoleh informasi
dari narasumber. Kami diberi topik “Literasi Media: Gerakan Menuju Televisi Sehat” oleh karena itu kami mewawancarai salah
satu pegiat literasi media di MPM (Masyarakat Peduli Media) dan juga merupakan
salah satu pendiri organisasi tersebut.
Dengan
terlaksananya kegiatan wawancara ini, maka kami berharap agar seluruh pembaca
bisa mendapatkan suatu pencerahan tentang dunia pertelevisian. Serta bisa bermamfaat
bagi teman-teman sekalian.
II.
Maksud
Dan Tujuan
1. Bisa
lebih mengetahui tentang kondisi Pertelevisian di Indonesia.
2. Memahami
dan menguasai kegiatan wawancara.
3. Memperoleh
informasi.
4. Memenuhi
tugas mata kuliah Pengantar Ilmu Komunikasi.
III. Topik Wawancara
“Literasi
Media: Gerakan Menuju Televisi Sehat”
III.
Waktu
dan Tempat Kegiatan
Acara ini dilaksanakan pada:
Hari /
Tanggal : Selasa, 31 Desember 2013.
Pukul
: 12:00 WIB s/d selesai.
Tempat
: Wirobrajan, Yogyakarta
IV.
Laporan
Hasil Wawancara
Narasumber
: Budhi Hermanto
Pewawancara
: Soleh Hasan.
Hasil Wawancara
Pada hari
Minggu, 31 Desember 2013, pukul 12.00 kami datang ke kantor MPM
(Masyarakat Peduli Media). kami di sana disambut oleh salah satu pendiri MPM
yaitu bapak Budhi Hermanto , alhamdulillah kedatangan kami di sambut dengan
penuh kehangatan dan juga Narasumber
ini bersikap ramah dan baik kepada
kami.
Budhi Hermanto
Sebagai peneliti dan Trainer di MPM. Ia juga bekerja
di Combine Resource Institution (CRI) Yogyakarta. Budhi juga di kenal jago
dalam mengorganisasi gerakan masyarakat sipil. Aktif di Asosiasi Televisi
Komunitas Indonesia (ATVKI), mantan Ketua Jaringan Radio Komunitas Jawa Tengah
dan aktif pula di KMIPY. Selain mengajar di almamaternya, UMY, ia juga aktif
menjadi konsultan berbagai program pengembangan masyarakat yang diselenggarakan
sejumlah lembaga. Tahun 2007 bersama teman-teman pegiat ia menulis buku tentang
televisi Komunitas.
-
Berikut Informasi yang kita dapatkan :
1.
Apa
Profesi (Komunikasi) Bapak saat ini (paling di tekuni saat ini)?
Untuk saat ini saya menjabat dan menekuni sebagai Aktivis di MPM dan juga sebagai dosen di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan Universitas Ahmad Dahlan. namun dulu ketika masih di jakarta saya juga pernah menjadi Konsultan, jurnalis, dan penulis di media.
2.
Sudah
berapa lama menekuni profesi ini?
Bapak Budhi Hermanto merupakan salah satu orang
asli putera daerah yang kental berdarah Yogyakarta. Sejak tahun 2007-saat ini
beliau aktif menekuni profesi sebagai Dosen Undangan di Universitas Muhammdiyah
Yogyakarta (UMY) dan juga di Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Aktif di MPM dalam
memberikan semacam penyuluhan setiap 1 bulan sekali kepada masyarakat di
sekitar daerah Yogyakarta dan sekitarnya. Beliau juga merupakan fasilitator
yang sering di undang di setiap ada event-event penting, seperti mengisi seminar,
kuliah umum, dan juga turut aktif terjun ke Masyarakat di setiap bulan satu
kali untuk melakukan penyuluhan tentang bagaimana cara yang baik dan efektif
agar masyarakat bisa dengan cerdas mengkonsumsi media saat ini. Sebelumnya
ketika beliau masih aktif menjadi konsultan beliau merupakan orang yang aktif
melakukan kegiatan pelestarian budaya dengan cara terjun langsung di setiap
daerah terpencil di seluruh nusantara guna memberikan suatu pencarahan dan ilmu
pengetahuan kepada masyarakat yang memang “kurang melek media” sebut saja di
daerah pedalam di NTT di Alor, dan juga di pulau terpencil di daerah Sumatra.
3.
Prestasi/karya
apa saja yang sudah di peroleh/dibuat dalam profesi saat ini?
Dalam hal karya dan prestasi beliau. Pak Budhi
Hermanto dan kawan-kawan MPM bersama-sama aktif di dalam komunitas menulis
salah satu karya beliau adalah buku yang berjudul “Televisi Komunitas”,
selain buku, beliau juga sering menjadi orang yang sering yang di percaya
sebagai pihak pengoreksi karya orang lain sebut saja buku, poster dll. Karena
mungkin beliau merupakan orang yang memiliki keahlian dalam bidang tersebut.
Untuk saat ini beliau masih menekuni profesi yang aktif terjun di masyarakat
untuk melakukan kegiatan semacam penyulahan, sebagai media pencerahan dan juga
pendidikan tentang pertelevisian di Indonesia.
4.
Bagaimana
rincian pekerjaan yang di lakukan oleh profesi anda saat ini?
Untuk rincian kegiatan sehari-hari beliau mengisi
rincian kegiatannya dengan mengajar dan menghadiri forum-forum yang bernuansa
yang kental keterkaitannya dengan media. AJI, MPM, dll.
5.
Berapa
penghasilan awal dan penghasilan saat ini dalam profesi yang bapak tekuni?
Mungkin penghasilan yang saya dapatkan melalui
mengajar sebagai Dosen. Fasilitator, tutor, menulis di media (Surat kabar).
Bisa di bilang sekitar 80 juta. Tapi itu tidak sebesar ketika saat saya masih
muda yaitu sebagai konsultan. Saat itu kira-kira penghasilan saya setiap hari
adalah 2 juta rupiah.
Tapi Untuk masalah penghasilan sebetulnya bapak
budhi ini, ketika saya ajukan tentang pertanyaan tersebut. Beliau menjawab
bahwa untuk masalah penghasilan sebetulnya saya tidak terlalu mempedulikannya,
tapi pada intinya saya melakukan profesi murni untuk visi kemanusia dan untuk
mengamalkan ilmu saya sebagai amal. Bersyukur saja, saat ini saya sudah bisa
menghidupi Istri dan juga anak itu sudah cukup.
6.
Bagaimana
cara untuk memperoleh keterampilan dan
juga kompetensi apa yang harus dimiliki untuk menunjang profesi saat ini?
Untuk
menunjang profesi saat ini biasanya dulu saya sering melakukan :
1. Ikut
Training Pelatihan Fasilitator.
2. Sering
Berdiskusi sama teman – teman.
3. Tentunya
sering baca buku lah.
4. Sering
melakukan semacam latihan saja.
5. Dan juga
banyakin sajan pengalamannya untuk terjun langsung ke masyarakat. Agar lebih
siap saja menghadapi dunia yang sesungguhnya.
7.
Bagaimana
suka duka menjalani profesi saat ini?
Suasana yang
tidak menyenangkan ketika saya mendapatkan tugas dari konsultan ialah ketika
saya di tugaskan di tempat-tempat yang jauh dari kelengkapan prasarana
singkatnya di pelosok desa di pedalaman. Pengalaman yang paling duka ketika di
tugaskan di daerah di NTT yang sulit untuk menemukan air bersih, listrik, dll.
Tapi saya selalu memandang hal tersebut bukan sebagai hambatan melainkan
sebagai tantangan. “Orang yang hidup di
sana saja bisa bertahan, kenapa saya tidak” Ujar bapak Budhi.
8.
Bisakah
bapak memberikan pengalaman “yang paling berkesan?
Dalam misi kemanusiaannya Pernah suatu ketika saya
datang ke Nanggro Aceh Darussalam. saat itu kedatangan saya ke lokasi setelah 4
bulan pasca bencana besar Tsunami. Saya merasakan pergolakan iman di dalam diri
saya karena melihat secara langsung tentang kebesaran Allah S.W.T. setelah
turun dari pesawat terbang. Saudaraku yang menjadi korban Tsunami langsung
menyambut dan membawaku ke kediamannya yang telah hilang di hayut oleh air bah
Tsunami. Di tempat itu banyak kenangan yang indah dengan keluarganya. Namun hal
tersebut tinggal cerita manis yang hanya bisa menjadi ingatan yang selalu abadi.
Karena hampir keluarganya hanyut di bawa arus Tsunami. Dan beliau juga terpukau
melihat kokohnya masjid yang masih berdiri kuat di pinggiran pantai beliau
terpukau karena semua bangunan mulai dari rumah, hotel, dan juga toko hilang
tergerus oleh bencana tsunami. Dari itu beliau langsung secara tidak sadar
mengambil Wudhu dan sholat 2 rakaat di dalam masjid tersebut.
9.
Karateristik
pribadi seperti apa yang di butuhkan dalam profesi saat ini?
Untuk
profesi yang saya tekuni saat ini sebagai aktivis media yang aktif di MPM, AJI
dll. sangat memerlukan prbadi yang tangguh, cinta akan berbagi, tidah mudah
mengeluh dan tentunya cinta akan ilmu pengetahuan. Selain itu jangan lupa
selalu belajar dari pengalaman yang di dapatkan. Jangan mudah mengeluh dan
selalu memandang sesuatu bukan sebagai halangan tetapi sebagai tantangan.
10. Bagaimana prospek dan tantangan profesi di bidang
anda ini di masa yang akan datang? Apakah isu terkait AFTA 2015 juga akan
berpengaruh? Seperti apa pengaruhnya dalam profesi ini nantinya??
Untuk isu AFTA saya kurang begitu faham
untuk saat ini.
Sekian, cerita
sederhana saya ketika melakukan wawancara kepada bapak Budhi Hermanto. Semoga
dengan hasil wawancara ini bisa menjadi salah satu ilmu yang bermanfaat bagi
sekalian pembaca. Amin.
Yogyakarta, 31 Desember 2013
Penulis
Soleh Hasan 13730035 @Solehhasan3

Tidak ada komentar:
Posting Komentar