Rabu, 01 Januari 2014


                                                  Foto di ambil di kediaman mas Semiyono

Nama : Semiyono
Tempat/Tanggal Lahir : Bantul, 5 Desember 1988
Alamat : Dogongan, Sriharjo, Imogiri, Bantul, Yogyakarta
Latar Belakang Pendidikan :
1.    SD Tunggalan 3Sriharjo
2.    SMP 1 Pleret
3.    SMA  Wahidnasim Sidoarjo
4.    Sastra Perancis UGM


                                                

Mas Semi,yak itu  adalah nama panggilan bagi pria yang lahir pada tanggal 5 Desember 1988 ini, alamat beliau berada di Desa Dogongan, Sriharjo, Imogiri, Bantul, Yogyakarta, pendidikan terahir nya adalah Sastra Perancis UGM, saat ini mas Semi bekerja sebagai penyiar radio sekaligus reporter dan programer di Radio Republik Indonesia. Beliau sudah menekuni pekerjaan ini selama 6 tahun.Prestasi yang sudah di dapat selama menekuni pekerjaan sebagai penyiar radio dan reporter salah satunya adalah mendapatkan penghargaan Asia Pasific Broadcasting Union (ABU) bersama kelompoknya.

Dulu awal-awal menekuni pekerjaannya Mas Semi di gaji sebesar Rp.500.000.00 ,sedangakan sekarang belaiau mendapatkan gaji sekitar Rp.2.000.000.00 . sebelum menjadi penyiar radio mas Semi terlebih dahulu menjadi programer di radio RRI. Menurut beliau ketrampilan yang harus  dimiliki dan dikuasai untuk menunjang pekerjaanya sebagai penyiar radio, reporter dan programer adalah harus memilki  wawasan  yang luas ,peka terhadap lingkungan  yang luas, supel, dan tentunya lancar dan fasih dalam berkomunikasi.

Beliau menuturkan bahwa dirinya tidak serta merta langsung mendapatkan kemampuan seperti yang saya sebutkan di atas, “Semua itu melalui proses dan meng upgrade kemampuan yang ada pada diri kita,sehingga nantinya terus berkembang” tuturnya. Selama menjalani pekerjaanya banyak suka duka yang beliau alami. Untuk pengalaman menyenangkan/suka nya mas Semi mendapatkan banyak kenalan dari berbagai kalangan dan orang orang penting sepperti pejabat pemerintahan dan bahkan artis. Untuk dukanya karna pekerjaanya menjadi penyiar radio dan reporter bisa kita bilang tidak ada jam kerjanya, jadi beliau di tuntut untuk siap 24 jam.

Mas Semi juga menceritakan pengalaman yang paling berkesan serta yang paling tidak menyenangkan selama menjadi penyiar radio dan reporter. Menurutnya pengalaman berkesan selama bekerja adalah mengenal dengan banyak orang penting nasional,seperti pejabat pemerintahan nasional. Sedangkan pengalaman yang kurang berkesan adalah beliau sering di komplain oleh pendengar,tetapi pendengar yang komplain tersebut belum tentu benar. Untuk mengatasi pendengar yang sering komplain tanpa alasan tersebut, mas Semi mempunyai cara sendiri,yaitu meyakinkan kepada pendengar dan mencoba meluruskan apa yang menjadi permasalahan.

Ketika saya tanya tentang karakteristik pribadi seperti apa yang dibutuhkan dalam profesi penyiar dan reporter, mas Semi mengatakan diantaranya adalah bijaksana, mampu menggendalikan emosi, sabar, dan yang paling penting adalah berada di tengah, maksudnya mampu memilih memilah mana yang baik dan buruk. Menurutnya kebiasaan yang harus dilakukan untuk menunjang karakteristik di atas adalah dengan rajin membaca dan sealu update informasi.

Ketika saya singgung mengenai prospek di masa yang akan datang tentang profesi penyiar radio dan reporter sendiri.serta apakah isu terkait AFTA 2015 juga akan berpengaruh. Beliau menjawab bahwa dari segi prospek, profesi sebagai penyiar radio dan reporter terbilang bagus dari segi finansial dan karir. Dan terkait dengan isu AFTA 2015 mas Semi menuturkan itu tidak akan terlalu berpengaruh,karna RRI (radio republik indonesia) sendiri berperan penting bagi benteng informasi dan pemersatu bangsa.











Penulis
Diemas Aji Myas Pradesta
(13730009)
Ikom A
@diemas_pradesta



Tidak ada komentar:

Posting Komentar