Rabu, 01 Januari 2014

Berkarya dengan Hati (Profesi Ikom)


Nama                                    : Misbachul Munir
Alamat                                  : Perumahan Taman Kuantan, Jl. Magelang, Sendangdadi, Mlati, Sleman
Tempat Tanggal Lahir            : Magelang, 11 Januari 1977
Pendidikan terakhir                : Geologi UPN Veteran Yogyakarta 95
Profesi                             : Fotografer Agensi,mengisi worksop, njuri perlombaan fotografi, mentor phototrip, penulis artikel di chip photo video dan penjual aksesoris kamera.

Profesinya sudah beliau tekuni sejak memasuki dunia perkuliahan, pada awalnya beliau berkonsentrasi memotret pernikahan. Sempat bekerja di tambang selama 9 tahun, kemuadian diantara kesibukannya menjadi pekerja, beliau sempatkat di weekend untuk bekerja sebagai fotografer. Beliau mempelajari fotografi secara otodidak, walaupun ayahnya memang adalah seorang fotografer, namun ayahnya tidak menuntut beliau untuk menjadi seorang fotografer. Awalnya menyukai fotografi berawal dari mendaki gunung, karena ingin mengabadikan indahnya alam negeri diatas awas. Dari situlah beliau memulai perjalanan di dunia fotografi

Beberapa pekerjaan beliau adalah Fotografer iklan, mengisi worksop, menjuri perlombaan fotografi, mentor phototrip dan penulis artikel di chip photo video. Untuk Fotografer Agensi sendiri, beliau menjadi fotografer iklan di berbagai produk iklan nasional. Gunanya sebagai media promosi produk yang akan dipasarkan, selain itu juga memberikan masukan untuk kriteria pasar yang ada. Selanjutnya yaitu mengisi workshop, karena prestasi-prestasi beliau yang cukup banyak serta karya yang berkelas, beliau menyempatkan diri untuk sharing di dunia fotografi lewat workshop, begitu pula dengan phototrip, hampir sama dengan mengisi workshop, namun phototrip, kita diajak ke suatu atau beberapa tempat hunting foto dan langsung di mentor di lapangan. Biasanya phototrip berada di satu atau beberapa daerah, namun memiliki beberapa spot hunting. Serta writ Fotografer iklan, beberapa mengisi worksop, menjuri perlombaan fotografi, mentor phototrip dan penulis artikel di chip photo video. Beliau menulis artikel tentang semua yang berkaita di dunia fotografi.

Awalnya perfoto dihargai Rp 35.000 karena pada saat itu masih menggunakan kamera film. Dan seiring berjalannya waktu. Beliau menawarkan perpaket, mulai 4 juta-8juta. Untuk mengisi workshop tergantung jenis workshop sendiri. Mulai ratusan ribu dan jutaan, begitu juga dengan penjurian lomba.
Pekerjaan seorang fotografer memang tidak mudah. Perlu banyak belajar dan mencari referensi untuk membuat karya yang baik. Apalagi seperti fotografer agensi, tentu harus memiliki banyak referensi di dunia periklanan. Proses yang dijalani sangat penuh tantangan, mulai dari banyak sharing dari fotografer profesional saat itu, dan tentunya harus selalu berlatih, mencuba sesuatu yang baru dan menantang, memang ayah beliau adalah seorang fotografer. Tapi beliau tidak pernah diajarkan tentang dunia fotografi, kemauan belajarlah yang membuat beliau sampai sekarang ini. Relasi dan cara berkomunikasi dengan baik adalah salah satu hal yang mempengaruhi kemajuan beliau.

Suka duka beliau dalam menjalani dunia fotografi ini tentu naik turunnya pesanan dari klien, hal ini wajar. “Biasalah fal, kalau di dunia usaha itu ada permintaan yang rame-ramenya sama pas lagi sepi-sepinya, tapi gak masalah, soalnya fotografi dijalani dengan happy, walaupun pesanan lagi sepi, tetap terus berkarya”, ujar beliau, dan ku jawab,”tapi jangan sampai sepi terus mas, hehehehe”, sambil bercanda di saat itu kita berbincang bincang. Dengan itu beliau punya banyak pengalaman berkesan, menyenangkan dan kurang menyenangkan. Yang berkesan, “banyak fal, tapi yang paling berkesan yaitu bertemu orang baru, pengalaman baru, dengan itu kita bisa belajar banyak dari sisi lain kehidupan mereka, dan tau harus bersikap dan melakukan apa untuk kedepannya, tapi yang kurang berkesan, ketika pekerjaan sepi sih, tapi kembali di tadi, yang penting dikerjakan dengan happy, jadi semua terasa ringan, sama itu fal, kalau hunting foto tentu banyak kondisi yang banyak yang tidak bisa di prediksi, jadi harus siap dengan rencana cadangan”, itu sekilas yang dikatakan beliau.

Karakteristik dan kebiasaan menurut beliau yang di share ke saya, adalah ketika tentu menjadi pribadi yang supel. Dalam arti selalu menjadi orang yang mudah berkomunikasi dengan banyak orang, mudah beradaptasi dengan berbagai kendala dan karakter. Dengan itu kita tau harus bersikap seperti apa.
Serta pertanyaan terakhir, mengenai AFTA. Beliau mengatakan tantangannya adalah, fotografi tidak lepas dari trend, yaitu sesuatu yang sedang banyak diminati masyarakat saat ini harus selalu kita pahami, terlebih kia adalah bekerja sebagai fotografer, tentu kita harus paham apa apa kemauan dari klien itu sendiri, beliau menerapkan prinsip 50:50, yaitu 50% permintaan klien dan 50%nya lagi, kreatifitas kita. Dengan itu kita akan tau seperti apa persis kemauan klien, serta tentunya fotografi di era globalisasi ini, tidak akan pernah lepas dari teknologi. Maka kita harus selalu update mengenai perkembangan teknologi yang sangat cepat.

Setelah selesai dengan semua pertanyaan, saya berbincang bincang diluar topik pertanyaan. Saya bertanya mengenai fotografi, “Apakah fotografi itu mahal mas? Soalnya teman saya bilang seperti itu, saya sendiri menyadarinya juga”. Beliau menjawab, “Belajar Fotografi tidaklah mahal, biasanya orang cenderung bersifat instan tanpa tau tujuan dari apa yang ia lakukan, misal fotografi itu sendiri memerlukan banyak peralatan mahal, namun sudah minat untuk belajar, dari situ akan telihat jelas, kita akan lebih mudah belajar, karena memiliki tujuan yang jelas dan teelebih menyukainya. Disini Fotografer dididik cekatan dan pandai mengatasi masalah, misal dalam projek dengan klien, mendapatkan uang 8 juta, sedangkan kita tidak cukup modal untuk peralatannya, maka kita dapat menyewa peralatan sesuai keperluan misal dengan anggaran 2 juta, otomatis kita akan mendapatkan modal yang berbalik lebih.

Dari sini selalu ditekankan bahwa semuanya perlu tujuan dan kemauan belajar yang baik. Senang rasanya dapat bertemu beliau, namun 1 yang kurang, diantara kesibukannya, saya belum bisa menyempatan foto bersama.

Beberapa Karyanya (Facebook)









Penulis : Naufal Ilham Sutianto
NIM    : 13730018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar